welcome


web widgets

Minggu, 28 Oktober 2012

Pemuda itu???


Visi “SUMPAH PEMUDA” sebagai pemersatu . . . .
Pertama
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah air Indonesia.
Kedoewa
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/sumpah_pemuda

Terlontarnya “SUMPAH PEMUDA” kala itu tak lepas dari sejarah panjang cita-cita pemuda Indonesia yang berjuang demi memerdekakan tanah kelahirannya. Memperjuangkan visi keadilan demi tumbangnya imperialisme ber beratus-ratus tahun, Beribu-ribu nyawa, berjuta- juta harapan, serta mempererat persatuan demi kokohnya pijakan di bumi pertiwi.
28 Oktober 1928 adalah bukti otentik kelahiranbangsa Indonesia dan tertancapnyavisi serta misi besar dalam setiap jiwa pemuda bangsa kala itu. Seorang pemuda bernama Moehammad Yamin terinspirasi mebuat sebuah gagasan untuk mempersatukan pemuda bangsa dari berbagai kalangan. Melalui kongres Pemuda Indonesia ke dua yang digagas oleh Persatuan Pelajar Pelajar Indonesia atau biasa disebut PPPI, sebuah organisasi pemuda yang beranggotakan pelajar dari seluruh Indonesia.
Dalam upaya mempersatukan  organisasi pemuda dalam satu wadah telah dimulai sejak Kongres Pemuda Pertama 1926. Oleh sebab itu, tanggal 20 Februari 1927 telah diadakan pertemuan, namun pertemuan ini belum mencapai hasil yang final. ( Wikimedia )
Kemudian pada 3 Mei 1928 diadakan pertemuan lagi, dan dilanjutkan pada 12 Agustus 1928. Pada pertemuan terakhir ini dihadiri semua organisasi pemuda dan diputuskan untuk mengadakan Kongres pada bulan Oktober 1928.(Wikimedia)
Rapat pertama, Sabtu, 27 Oktober 1928 di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Lapangan Banteng, Jakata. Dalam sambutannya, Soegondo kala itu sebagai ketua panitia kongres berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan dengan uraian Moehammad Yamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya ada lima faktor yang bisa memperkuat Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan dan kemauan.              ( Tabloid Kauman PP IMM )

Rapat kedua, Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan. Kedua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, berpendapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis. (Wikimedia)
Rumusan Kongres Sumpah Pemuda ditulis Moehammad Yamin pada secarik kertas yang disodorkan kepada Soegondo ketika Mr. Sunario tengah berpidato pada sesi terakhir kongres (sebagai utusan kepanduan) sambil berbisik kepada Soegondo:Ik heb een eleganter formulering voor de resolutie” (Saya mempunyai suatu formulasi yang lebih elegan untuk keputusan Kongres ini), yang kemudian Soegondo membubuhi paraf setuju pada secarik kertas tersebut, kemudian diteruskan kepada yang lain untuk paraf setuju juga. ( Wikimedia )
Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan oleh Yamin. Setelah disahkan , ikrar pemuda itu pun menjadi tonggak bersatunya bangsa Indonesia. “ Yamin lah yang mengubah kata Ikrar menjadi Sumpah”, kata sejarawan Anhar Gonggong.
Formulasi inilah yang menjadi tonggak bersatunya bangsa Indonesia. Secarik kertas dari ide brilian Yamin sebagai penutup kongres kala itu ketika Mr. Sunari tengah berpidato tentang nasionalisme dan demokrasi. Dan sebagai penutup kongres dilantunkanlah lagu “ Indonesia Raya” karya Wage Rudolf Supratman yang hanya dimainkan dengan biola saja tanpa syair. Lagu tersebut disambut dengan sangat meriah oleh peserta kongres. Kongres ditutup dengan mengumumkan rumusan hasil kongres. Oleh para pemuda yang hadir, rumusan itu diucapkan sebagai Sumpah Setia.
Dan akhirnya persatuanlah yang menjadi suatu keharusan sejarah kala itu sebagai modal awal perjuangan demi tercapainya visi besar kemerdekaan. Tekad kemerdekaan inilah yang menjadi komitmen perjuangan rakyat Indonesia hingga berhasil mencapai kemerdekaannya 17 tahun kemudian yaitu pada 17 Agustus 1945. (immawan Tyo)

“ Pemuda dan Semangat Perubahan “
28 oktober 1928 adalah hari kelahiran bangsa Indonesia, terbukti dari essensi SUMPAH PEMUDA dengankomitmen memperjuangkan kemerdekaan bangsa melalui semangat persatuan. Yaitu, Tanah air, Bangsa dan Bahasa Indonesia.Yang di usung oleh persatuan pelajar  pelajar Indonesia (PPPI)  yangnotabennya adalah para pemuda- pemuda Bangsa.
Hingga akhirnya 17 tahun kemudian cita-cita kemerdekaan dapat terpenuhi dengan penegasan proklamasi kemerdekaan lewat Soekarno yang dikreatori juga oleh pemuda- pemuda Bangsa, dengan diculiknya Soekarno dan di tekan untuk memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada 17 agustus 1945.
Kemerdekaan yang diproklamirkan pada 17 Agustus 1945 belum juga menjamin Indonesia merdeka secara penuh dan masih banyak yang harus dirubah, salah satunya adalah good governanceatau sistem pemerintahan yang baik. Dan pada 1998 lah para pemuda Indonesia dengan semangat reformasinya bertekad merubah sistem pemerintahan yang dianggap terlalu otoriter dan belum memihak pada kepentingan rakyat secara kolektif.
Meneropong lebih jauh lagi disana ada seorang pemuda yang sakit-sakitan, akan tetapi tidak menyurutkan niatnya untuk perjuangan melalui gerilyanya di hutan hingga menjadi panglima besar seluruh Nusantara saat usianya 25 tahun, dialah Jendral Sudirman. Dan semangatnya adalah perubahan menuju kehidupan bangsa yang merdeka dan bebas dari penindasan.
Dari momentum-momentum inilah kita belajar dan mengambil semangat dari pemuda-pemuda bangsa yang mampu menggerakan roda perubahan demi terciptanaya visi keadialan, dan kesehjateraan yang berkesinambungan. Dan mereka bukan siapa-siapa kecuali PEMUDA. (Immawan tyo)
Seribu orang tua hanya bisa bermimpi, Satu orang pemuda bisa merubah duniaSoekarno




Wajah - wajah Pemuda Peradaban (belum)
Masih banyak lagi pemuda-pemuda dengan semangat perubahan seperti KH Ahmad Dahlan dengan Visi purifikasinya (pemurnian), diseberang sana ada Muhammad Al Fatih dengan cita-cita 8 abad umat Islam yaitu Konstantinopel di usianaya ke- 24, Hasan Al-Banna dengan organisasi superbesarnya di 70 negara sedang usianya baru 22 tahun, Harun Ar-Rasyid dengan kepemimpinan Imperium raksasa kala itu dari tiga benua besar, yaitu Asia, Afrika dan Eropa sedang usianya 22 tahun. Dan Usamah bin Zaid dengan ekspedisi militernya sedang disana terdapt tokoh-tokoh besar seperti Abu Bakar dan Umar, sedang usianya masih 19 tahun.Nabi Muhammad SAW dengan jiawa refolusionernya kemudian mengusung etika dan estetika akhlak yang terpuji.

Kritis Berbuah Penindasan“ Sebuah refleksi dari pendidikan keterpasungan “


Mempertanyakan kembali ke-IMM-an kita

                                                                                                                            
Oleh  :   Arief Dwi P

Tidak ada komentar:

Posting Komentar