Pertama
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah air Indonesia.
Kedoewa
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah air Indonesia.
Kedoewa
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/sumpah_pemuda
Terlontarnya “SUMPAH PEMUDA” kala itu tak lepas dari sejarah panjang cita-cita
pemuda Indonesia yang berjuang demi memerdekakan tanah kelahirannya. Memperjuangkan
visi keadilan demi tumbangnya imperialisme ber beratus-ratus tahun, Beribu-ribu
nyawa, berjuta- juta harapan, serta mempererat persatuan demi kokohnya pijakan
di bumi pertiwi.
28 Oktober 1928 adalah bukti otentik kelahiranbangsa
Indonesia dan tertancapnyavisi serta misi besar dalam setiap jiwa pemuda bangsa
kala itu. Seorang pemuda bernama Moehammad Yamin terinspirasi mebuat sebuah
gagasan untuk mempersatukan pemuda bangsa dari berbagai kalangan. Melalui
kongres Pemuda Indonesia ke dua yang digagas oleh Persatuan Pelajar Pelajar
Indonesia atau biasa disebut PPPI, sebuah organisasi pemuda yang beranggotakan
pelajar dari seluruh Indonesia.
Dalam upaya mempersatukan organisasi pemuda dalam satu wadah telah
dimulai sejak Kongres Pemuda Pertama 1926. Oleh sebab itu, tanggal 20 Februari
1927 telah diadakan pertemuan, namun pertemuan ini belum mencapai hasil yang
final. ( Wikimedia )
Kemudian pada 3 Mei 1928 diadakan
pertemuan lagi, dan dilanjutkan pada 12 Agustus 1928. Pada pertemuan terakhir
ini dihadiri semua organisasi pemuda dan diputuskan untuk mengadakan Kongres
pada bulan Oktober 1928.(Wikimedia)
Rapat pertama, Sabtu, 27 Oktober
1928 di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Lapangan Banteng, Jakata.
Dalam sambutannya, Soegondo kala itu sebagai ketua panitia kongres berharap
kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda.
Acara dilanjutkan dengan uraian Moehammad Yamin tentang arti dan hubungan
persatuan dengan pemuda. Menurutnya ada lima faktor yang bisa memperkuat
Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan dan kemauan. ( Tabloid Kauman PP IMM )
Rapat kedua, Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan. Kedua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, berpendapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis. (Wikimedia)
Rumusan Kongres Sumpah Pemuda
ditulis Moehammad Yamin pada secarik kertas yang disodorkan
kepada Soegondo ketika Mr. Sunario tengah berpidato pada sesi terakhir
kongres (sebagai utusan kepanduan) sambil berbisik kepada Soegondo:”Ik heb een eleganter formulering voor
de resolutie” (Saya mempunyai suatu formulasi yang lebih elegan untuk
keputusan Kongres ini), yang kemudian Soegondo membubuhi paraf setuju
pada secarik kertas tersebut, kemudian diteruskan kepada yang lain untuk paraf
setuju juga. ( Wikimedia )
Sumpah tersebut awalnya dibacakan
oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan oleh Yamin. Setelah disahkan , ikrar
pemuda itu pun menjadi tonggak bersatunya bangsa Indonesia. “ Yamin lah yang
mengubah kata Ikrar menjadi Sumpah”, kata sejarawan Anhar Gonggong.
Formulasi inilah yang menjadi
tonggak bersatunya bangsa Indonesia. Secarik kertas dari ide brilian Yamin
sebagai penutup kongres kala itu ketika Mr. Sunari tengah berpidato tentang
nasionalisme dan demokrasi. Dan sebagai penutup kongres dilantunkanlah lagu “
Indonesia Raya” karya Wage Rudolf Supratman yang hanya dimainkan dengan biola
saja tanpa syair. Lagu tersebut disambut dengan sangat meriah oleh peserta
kongres. Kongres ditutup dengan mengumumkan rumusan hasil kongres. Oleh para
pemuda yang hadir, rumusan itu diucapkan sebagai Sumpah Setia.
Dan akhirnya persatuanlah yang
menjadi suatu keharusan sejarah kala itu sebagai modal awal perjuangan demi
tercapainya visi besar kemerdekaan. Tekad kemerdekaan inilah yang menjadi
komitmen perjuangan rakyat Indonesia hingga berhasil mencapai kemerdekaannya 17
tahun kemudian yaitu pada 17 Agustus 1945. (immawan Tyo)
“ Pemuda dan Semangat Perubahan
“
28 oktober 1928 adalah hari kelahiran
bangsa Indonesia, terbukti dari essensi SUMPAH PEMUDA dengankomitmen
memperjuangkan kemerdekaan bangsa melalui semangat persatuan. Yaitu, Tanah air,
Bangsa dan Bahasa Indonesia.Yang di usung oleh persatuan pelajar pelajar Indonesia (PPPI) yangnotabennya adalah para pemuda- pemuda Bangsa.
Hingga akhirnya 17 tahun kemudian
cita-cita kemerdekaan dapat terpenuhi dengan penegasan proklamasi kemerdekaan
lewat Soekarno yang dikreatori juga oleh pemuda- pemuda Bangsa, dengan
diculiknya Soekarno dan di tekan untuk memproklamirkan kemerdekaan Indonesia
pada 17 agustus 1945.
Kemerdekaan yang diproklamirkan pada
17 Agustus 1945 belum juga menjamin Indonesia merdeka secara penuh dan masih
banyak yang harus dirubah, salah satunya adalah good governanceatau sistem pemerintahan yang baik. Dan pada 1998 lah para pemuda
Indonesia dengan semangat reformasinya bertekad merubah sistem pemerintahan
yang dianggap terlalu otoriter dan belum memihak pada kepentingan rakyat secara
kolektif.
Meneropong lebih jauh lagi disana ada
seorang pemuda yang sakit-sakitan, akan tetapi tidak menyurutkan niatnya untuk
perjuangan melalui gerilyanya di hutan hingga menjadi panglima besar seluruh
Nusantara saat usianya 25 tahun, dialah Jendral Sudirman. Dan semangatnya
adalah perubahan menuju kehidupan bangsa yang merdeka dan bebas dari
penindasan.
Dari momentum-momentum inilah kita
belajar dan mengambil semangat dari pemuda-pemuda bangsa yang mampu menggerakan
roda perubahan demi terciptanaya visi keadialan, dan kesehjateraan yang
berkesinambungan. Dan mereka bukan siapa-siapa kecuali PEMUDA. (Immawan tyo)
“ Seribu
orang tua hanya bisa bermimpi, Satu orang pemuda bisa merubah dunia “ Soekarno
Wajah - wajah Pemuda
Peradaban (belum)
Masih banyak lagi pemuda-pemuda
dengan semangat perubahan seperti KH Ahmad Dahlan dengan Visi purifikasinya
(pemurnian), diseberang sana ada Muhammad Al Fatih dengan cita-cita 8 abad umat
Islam yaitu Konstantinopel di usianaya ke- 24, Hasan Al-Banna dengan organisasi
superbesarnya di 70 negara sedang usianya baru 22 tahun, Harun Ar-Rasyid dengan
kepemimpinan Imperium raksasa kala itu dari tiga benua besar, yaitu Asia,
Afrika dan Eropa sedang usianya 22 tahun. Dan Usamah bin Zaid dengan ekspedisi
militernya sedang disana terdapt tokoh-tokoh besar seperti Abu Bakar dan Umar,
sedang usianya masih 19 tahun.Nabi Muhammad SAW dengan jiawa refolusionernya
kemudian mengusung etika dan estetika akhlak yang terpuji.
Kritis Berbuah Penindasan“
Sebuah refleksi dari pendidikan keterpasungan “
Mempertanyakan kembali
ke-IMM-an kita
Oleh : Arief Dwi P

Tidak ada komentar:
Posting Komentar