welcome


web widgets

Kamis, 10 Januari 2013

BEDAH FILM

Demokrasi is............?


Acra rutin PERDANA bidang keilmuan diadaain hari sabtu, 16 Juni 2012, di datengi sekitar 1(0)1 kader :) ini membedah 1 video dan satu film dokumenter.
Video pertama berjudul "Democracy is yet to learn (Masih Belajar) " video ini berdurasi 2 menit'an video yang di share lewat youtube ini bercerita tentang sindiran- sindiran terhadap "MEREKA" dari anggota dewan yang kalah dengan para pengusaha karena uang, kemudian seorang petani yang kalah dengan oknum ber seragam abu-abu, kemudian artis yang ga tau apa-apa,.... film ini cukup inspiratif durasi waktu bedah film yang dijadwalkan 2 jam berasa kurang, karena, para pejuang ini sangat antusias dalam memberikan aspirasi mereka....

.

back to topic, film dokumenter yang kami tayangkan berjudul "SEKOLAH DEMOKRASI" kalo film ini asal usulnya admin kurang begitu tau, hanya copast file milik pak. ketum cabang agung dwi hanggoro.Amd ^_^V
film ini juga tak kalah menarik, menceritakan bagaimana sistem demokrasi sudah diterapkan sejak dini. Dalam cerita film ini mengambil latar di SD Muhammadiyah muntilan, baik buruk sistem demokrasi tercermin dalam film yang berdurasi sekitar 15 menit ini.

film ini diproduksi atas kerjasama SD Muhammadiyah Gunungpring Muntilan dengan komunitas anak matahari, penulis naskah oleh Hernadi Sasmoyo Aji cukup memberi banyak pelajaran, terutama untuk pelatihan dan pengertian dini tentang demokrasi.


Mengisahkan tetang penerapan sistem demokrasi dalam memilih ketua kelas. terdapat 2 kandidat si kaya bernama irfan anak seorng lurah bernama pak deni, dan si miskin bernama indarto, anak dari seorang penjual warung klontongan kecil. Aroma kecurangan demokrasi sudah tercium sejak awal, dikisah kaln dalam film ini irfan sudah menempel poster dan selogan" kampanye untuk menarik perhatrian dipilihnya dia sebagai ketua kelas, padahal baru siang harinya ada pengumuman tentang pemilihan ketua kelas. beberapa teman mereka bertandatanya kenapa irfan menempelkan poster" itu padahal start "kampanye" baru esok harinya.

kecurangan lain pun terjadi ketika indarto dan "team suksesnya" menempelkan poster kampanye kemudian di tutupi oleh poster irfan disini terjadi adu fisik namun segera dilerai oleh guru mereka y kebetulan melintas.

dilema terjadi pada ilham dari "team sukses" irfan, dia diamanati sang ibu untuk memilih indarto, karena indarto terkenal sebagai anak pintar, baik, soleh,rajin ngaji rajin sholat, dan tidak urakan. hal ini disampaikan kepada irfan, lalu irfan pun marah merasa dikhinati. satu "team sukses" hilang irfan pun mulai "galau" hal ini disampaikan kepada kedua orang tuanya, dia ingin pinadah sekolah kalau tidak menjadi ketua kelas. sang ayah yang seorang lurah ternyata memberikan masukan yang sangat" tidak mendidik, dia memberikan lembaran uang untuk esok hari sebelum pemilihan ketua kelas irfan dan team suksesnya membagi" kan uang itu, supaya memilih irfan. selidik punya selidik, dulu ketika sebelum mencalonkan diri menjadi luran, pak Deni ini juga menggunakan cara yang sama "money politik" "suap" atau apalah itu namanya.

hari H pun tiba, irfan telah selesai membagikan uangnya, dan giliran sang ayah (pak Deni) menghadap bu ratih wali kelas mereka,berusaha membujuk dengan sejumlah uang agar anaknya bisa menjadi ketua kelas. namun sikap tegas disampaikan bu Ratih untuk menolak dengan halus tawaran ini. sikap bijak sana di samapaikan ibu ratih kepada indarto untuk berbesar hati untuk mundur dari pencalonan ketua kelas, dan dengan berbasar hati idarto pun mundur, jadilah irfan calon tunggal ketua kelas.

ketiaka sampai dirumah irfan ditanya bagaimana hasil pencalonannya, irfan pun menjawab, namun kali ini dengan wajah kecewa. dia menceritakan kepada sang ayah bahwa dirinya menjadi ketua kelas, namun yang membuatnya kecewa dan merasa bersalah adalah mengetahui karena indarto mundur dari pencalonan dan uang yang telah irfan bagikan dikembalikan lagi utuh oleh indarto yang dibantu ilham. sembil mengucap selamat atas terpilihnya ketua baru indarto mengembalikan uang yang telah irfan bagikan, dan dia berjanji akan tetap membantu kepemimpinan irfan... subhanallah,adakah kisah ini di kehidupan nyata?
dari cerita Irfan, pak Deni pun sadar, bahwa tindakannya dahulu itu salah, dan ia pun sadar bahwa tidak semua itu bisa diselesaikan dengan UANG....




sekarang membahas video yang admin dapat dari youtube. video ini berjudul Democracy is yet to learn (Masih Belajar) berdurasi 2 menit'an, ide cerita ini oleh Adhyatmika, video ini sempat memenangkan kompetisi tahunan Democracy Video Challenge (DVC) tahun 2010 di Amerika Serikat.

film pendek berjudul Democracy Is Yet to Learn itu menggambarkan kehidupan demokrasi di Indonesia yang ternyata masih dalam taraf belajar. Meski berdurasi pendek, Adhyatmika mampu menyampaikan pesan dan kritiknya dengan baik.

Film tersebut mengambil setting di kelas sebuah SD. Seorang guru menulis pertanyaan di papan apa itu demokrasi. Kelas tersebut berisi sembilan murid yang mewakili unsur-unsur sosial dalam masyarakat. Yakni, pengusaha, anggota parlemen, polisi, petani, wartawan, dokter, artis, insinyur, dan anak SD. Namun, tak ada satu pun yang bisa menjawab pertanyaan ibu guru.

Tiap karakter saling melempar tanggung jawab dan menggeleng. Sampai akhirnya, si anak SD memberanikan diri maju ke depan untuk menjawab pertanyaan apa itu demokrasi. Spidol sudah di tangan, namun belum sampai si anak menuliskan jawabannya, bel pulang sekolah berdering. Akhirnya, tak ada satu pun yang bisa menjawab apa itu demokrasi. Lalu, adegan ditutup dengan kalimat: Masih Belajar.


well bagaimana pendapat kalian, boleh dishare di komen atau di Fb kami Pimpinan Komisariat stiem


by: Gita R Faza......dari beberapa sumber 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar