CARA MENGATASI GALAU MENURUT ISLAM
Galau menjadi sebuah
kata yang sangat populer dewasa ini. Galau sendiri menggambarkan sebuah kondisi
seseorang dimana sedang ditimpa rasa kegelisahan, kecemasan, serta kesedihan
pada jiwanya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, galau diartikan sebagai
“kacau tidak keruan (berpikir).” Dengan semakin populernya situs jejaring
sosial, malah dijadikan banyak orang sebagai tempat pelampiasan galaunya. Namun
benarkah dengan cara seperti itu, kondisi tersebut akan teratasi?
Sebagai umat Islam sudah
seharusnya kita mengetahui bagaimana cara terbaik untuk mengatasi saat kondisi
"Galau". Dari situs Hidayatullah , dijelaskan bagaimana cara
mengatasi galau.
- Bertawakal
- Bersabar
- Berteguh Hati
- Jangan bersedih
- Mengadu kepada Allah
- Berdoa
Kita sangat
dituntut untuk memiliki semangat bekerja keras, namun apapun hasilnya harus
diserahkan kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Sebagaimana telah berfirman Allah
Subhanahu Wata’ala
فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ
“Maka apabila kamu
telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh
(urusan) yang lain. dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.“ (QS:
al Insyirah: 7-8). Dengan berserah kepada Allah Subhanahu Wata’ala, kita akan
melakukan apapun dengan ketenangan dan kenyamanan bathin karena ada jaminan
Allah Subhanahu Wata’ala yang senantiasa memelihara ciptaan-Nya.
Bersabar disini
bukan berarti menunggu dan pasrah begitu saja, sabar dalam artian menerima
takdir Allah Subhanahu Wata’ala sebagai yang terbaik dan senantiasa
mempersiapkan diri untuk melakukan yang terbaik pula. Allah Subhanahu Wata’ala
menegaskan di dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat ke 200:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اصْبِرُواْ وَصَابِرُواْ وَرَابِطُواْ وَاتَّقُواْ اللّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Hai orang-orang
yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap
siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah Subhanahu Wata’ala,
supaya kamu beruntung.”

Flash-back terkait makna
‘galau’ jika dipahami keresahan hati, maka kita sebagai umat Islam harus
memiliki keteguhan hati dan fikiran bahwa Allah Subhanahu Wata’ala telah
mengatur semesta alam ini. Jadi, tidak ada lagi kebimbangan mau jadi apa dan
kemana masa depan kita, yang penting lakukanlah apa yang terbaik yang dapat
dilakukan. Berikut Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:
وَقُلِ اعْمَلُواْ فَسَيَرَى اللّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ وَسَتُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
“Dan Katakanlah:
"Bekerjalah kamu, maka Allah Subhanahu Wata’ala dan Rasul-Nya serta
orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan
kepada (Allah Subhanahu Wata’ala) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang
nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS.
At-Taubah : 105)
Sebagai umat Islam, kita
harus merasa beruntung dalam berbagai hal kehidupan. Karena Islam telah
merangkum aturan hidup manusia hingga akhir zaman, dan tidak sepatutnya seorang
hamba Allah Subhanahu Wata’ala bersedih kecuali sedih karena dosanya. Allah Subhanahu
Wata’ala memotivasi kita dalam firman-Nya; لاَ تَحْزَنْ إِنَّ اللّهَ مَعَنَا “Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah Subhanahu Wata’ala bersama
kami.” (QS. At Taubah: 40)
Adukanlah semua
permasalahan kepada Allah Subhanahu Wata’ala karena pasti Allah Subhanahu
Wata’ala mempunyai semua solusinya. Sangat wajar jika kita menemui masalah
dalam menjalani kehidupan ini, namun jangan pernah mundur atau takluk pada
permaslahan itu. Allah Subhanahu Wata’ala sudah mengingatkan hamba-Nya di dalam
ayat yang dibaca setiap muslim minimal 17 kali dalam sehari: يَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ “Hanya kepada-Mulah kami menyembah, dan hanya kepada-Mulah kami meminta
pertolongan.” (QS. Al Fatihah 5).
Saat merasa Sumpek Baca:
لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”
لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”
Ketika datang rasa
takut, membaca:
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيل
“Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.” (Qs. Ali Imran : 173).
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيل
“Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.” (Qs. Ali Imran : 173).
Jika sedang merasa
sedih, ucapkan:
وَأُفَوِّضُ أَمْرِي إِلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ بَصِيرٌ بِالْعِبَاد
“Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha melihat akan hamba-hamba-Nya.”
وَأُفَوِّضُ أَمْرِي إِلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ بَصِيرٌ بِالْعِبَاد
“Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha melihat akan hamba-hamba-Nya.”
Oleh ; Bidang Keilmuan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar